Skip to main content

public.roughIdea.hero.headline

Tidak perlu kerangka. Cukup ceritakan kepada Swoop apa yang kamu pikirkan.

Slide kosong adalah tempat ide-ide bagus terhenti.

Kamu punya sesuatu yang bernilai untuk disampaikan — tapi lompatan dari "sepertinya ada sesuatu di sini" ke deck presentasi yang sudah jadi sering kali justru mematikan momentum. Kamu memaksakan struktur sebelum selesai berpikir, dan akhirnya berujung pada slide-slide yang tersusun rapi tapi kosong makna.

Swoop hadir di titik awal idemu — masih kasar, belum sempurna, penuh potensi — dan membantumu membawanya lebih jauh.

No. 01

Mulai dengan kasar.

Poin-poin singkat, catatan kasar, pikiran yang berserakan — apa pun yang kamu punya, Swoop siap menerima pemikiranmu apa adanya, bukan sebuah brief yang sudah sempurna.

No. 02

Swoop membentuk cerita.

Ia mengajukan pertanyaan, mengungkap sudut pandang yang terlewat, dan membangun alur narasi. Ide Anda menjadi lebih tajam sebelum satu pun slide dirancang.

No. 03

Bagikan dengan percaya diri.

Presentasi yang lengkap — kreatif, jelas, dan dirancang untuk audiens Anda. Bukan sekadar template yang diisi dengan kata-kata Anda.

Dengan apa kamu bisa memulai?

Swoop tidak membutuhkan brief yang sudah jadi. Ini yang berhasil:

No. 01

Beberapa poin penting

Catat ide-ide utamanya. Swoop akan membangun strukturnya di sekitar ide tersebut.

No. 02

Konsep kasar

'Saya rasa ada peluang di X...' — itu sudah cukup. Swoop mengembangkannya bersama Anda.

No. 03

Sebuah pertanyaan

'Bagaimana kita meyakinkan tim untuk mengubah arah?' Swoop membantu Anda membangun argumennya.

No. 04

Catatan berantakan

Catatan rapat, memo suara, ide yang belum matang. Swoop menemukan benang merahnya.

Dalam angka

500M+Presentasi yang dibuat di Prezi
160M+Pengguna di seluruh
180+Negara
15+Pengalaman bertahun-tahun dalam komunikasi visual
80%Dari perusahaan Fortune 500 mempercayai Prezi

Terdengar familiar?

"Aku tahu apa yang ingin kusampaikan, tapi aku tidak bisa menuangkannya ke dalam slide."

Swoop menjembatani kesenjangan antara berpikir dan mempresentasikan.

"Saya terus menyusun ulang poin-poin daripada membangun sebuah argumen."

Swoop membangun argumen terlebih dahulu, baru kemudian slide-nya.

"Aku butuh deck sebelum Jumat dan aku belum mulai."

Mulai dari kasar. Swoop membawamu ke hasil akhir.

Presentasi berikutnya dimulai dengan sebuah ide. Bukan kerangka.

Punya pertanyaan? Kami siap menjawab.

Pelajari lebih lanjut tentang apa yang ditawarkan Swoop.